Oku Selatan // Mitra Rakyat News . Com
Pembangunan pagar Balai Desa Gedung baru kecamatan Buay pematang ribu ranau tengah kuat dugaan mark-up anggaran dana desa tahun anggaran 2025.
Menurut keterangan ketua GNPK Oku Selatan Tisna Buana menyampaikan” Pembangunan pagar tersebut tidak sesuai dengan papan informasi proyek yang tertera yakni dengan volume P. 30 M T 150 cm. Tetapi yang terjadi di lapangan pembangunan proyek tersebut hanya memiliki volume P. 24M dan T 125 cm, selain dari pada itu dalam proses pengerjaan terdapat kejanggalan yang diduga sengaja dilakukan demi untuk meraup keuntungan secara pribadi maupun kelompok yakni diatas pondasi hanya separuh yang memakai cor beton sisanya dibiarkan begitu saja Serta material untuk pembuatan pondasi menggunakan material sisa dari pembangunan di tahun 2024 yang lalu,terang Tisna Buana. Selasa 18 Nopember 2025
“Jadi dapat disimpulkan dana pembangunan pagar tersebut diduga menelan biaya lebih dari 1 juta per meter.” tambah nya.
Salah satu warga yang enggan disebut nama dan identitasnya membenarkan” bahwa pembangunan tersebut memang menggunakan separuh dari pondasi yang lama dan menggunakan kan batu sisa dari bangunan balai desa tersebut dan balai itu di bangun pada tahun 2024.
Saat dikonfirmasi melalui via telepon dan Chat whatsapp sang oknum kepala desa tidak menanggapi malah terkesan seolah mengabaikan apa yang dipertanyakan awak media
Tisna Buana juga menyampaikan peran dari seorang camat juga patut kita pertanyakan, yang dimana sudah dijelaskan dalam peraturan pemerintah bahwa seorang camat memiliki Fungsi utama yakni pembinaan dan pengawasan, yang meliputi fasilitasi pengelolaan keuangan desa, evaluasi pelaksanaan anggaran, serta pembimbingan dan konsultasi kepada pemerintah desa. Camat berperan mengawasi setiap tahapan pengelolaan dana desa, mulai dari penyusunan anggaran hingga pelaporan, untuk memastikan dana digunakan secara tepat dan akuntabel.
Namun yang kita saksikan pada hari ini camat BPRRT diduga lalai dalam pengawasan perealisasian dana desa tersebut
Dalam waktu dekat ini permasalahan dana desa Gedung baru ini secepatnya akan saya tindak lanjuti yakni melaporkan kegiatan tersebut di KEJARI Oku Selatan agar jadi cermin bagi kepala desa lainnya. Tutup Tisna Buana.
