Listrik Padam Semalaman di RSUD Muaradua, Diduga Tanpa Genset, Pelayanan Terganggu Dan Keluarga Pasien Merasa Cemas


 

Muaradua // Mitra Rakyat News. Com 

Rakyat Merdeka Ri.com— Insiden padamnya aliran listrik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muaradua pada Selasa malam, 31 Maret 2026, pukul 20.48 WIB hingga Rabu dini hari pukul 03.55 WIB menjadi sorotan. Listrik diketahui padam sejak selepas Magrib hingga menjelang Subuh, dan diduga tidak diantisipasi dengan genset yang berfungsi. Selasa 8 april 2026


Kondisi tersebut berdampak langsung pada pelayanan pasien. Suasana rumah sakit sempat gelap dalam waktu cukup lama, sehingga menimbulkan kepanikan bagi pasien maupun keluarga yang berjaga.

“Listrik mati dari habis Magrib sampai Subuh, kami sangat khawatir. Ini rumah sakit, seharusnya ada genset untuk kondisi seperti ini,” ujar salah satu keluarga pasien yang berinisial AU (49) .


Tidak berfungsinya sumber listrik cadangan dinilai sangat berisiko, mengingat berbagai alat medis membutuhkan suplai listrik yang stabil untuk menunjang keselamatan pasien.

Direktur RSUD Muaradua, dr. Wijaya, saat dikonfirmasi belum memberikan penjelasan detail terkait kejadian tersebut. Ia hanya menyampaikan bahwa dirinya telah dipanggil oleh Komisi IV untuk memberikan klarifikasi.

“Saya sudah dipanggil Komisi IV untuk menjelaskan hal ini,” ujarnya singkat.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait penyebab padamnya listrik dalam durasi panjang tersebut maupun alasan tidak beroperasinya genset di rumah sakit.


Peristiwa ini pun memicu perhatian publik dan diharapkan menjadi bahan evaluasi serius bagi pihak terkait, agar fasilitas kesehatan memiliki kesiapan maksimal dalam menghadapi kondisi darurat, serta memastikan pelayanan pasien tetap berjalan optimal tanpa gangguan.


Dilain tempat awak media mengkonfirmasi mantan kabid cipta karya bapak S.Rahman beliau adalah perancang pekerjaan awal pemindahan dan penambah daya listrik rsud dan penampung air bersih yang berlokasi di RSUD muara dua,dia mengatakan itu bukan pekerjaan saya lagi,karena sudah serah terima dengan kabid yang baru ya itu bapak Arif tegasnya.


Memang sebelum saya pindah di kantor BPBD itu pekerjaan saya,tapi setelah saya pindah di kantor dan kabid CK di gantikan oleh pak arif pekerjaan itu sudah serah terima dengan beliau tambah S Rahman selaku mantan kabid CK.


Dan di ruangan pak arif selaku kepala bidang cipta karya yang lagi menjabat sekarang saat di konfirmasi beliau mengatakan," ya memang benar pekerjaan pemindahan genset RSUD muara dua itu pekerjaan cipta karya namun itu belum selesai karena untuk penambahan daya dana tersebut kurang,dangan dana 3,2 itu masih banyak kurangnya,untuk pemindahan genset dan penambahan daya membutuhkan dana yang besar jelas nya.


Untuk penampungan air sumur bor itu sudah mengalir bahkan di saat di periksa PPK pak arif mengatakan bahwa sumur bor tersebut sudah mengalir.jelasnya.


Saat awak media di lapangan menemukan kejanggalan penjelasan pak Aref tidak sinkron yg ada di lapangan nyatanya genset tidak berfungsi karena mesin genset sampai saat ini belum bisa di fungsikan sebagai mana layaknya,dan sumur bor + penampungan air belum beroperasi seperti yang di harapkan.




Sedangkan menurut penjelasan direktur RSUD muara dua bapak dr.Wijaya mengatakan lumpuhnya penerangan rumah sakit ini karena belum selesainya pemindahan genset,karena ruangan perumahan genset lebih kecil dari genset yang akan di gunakan,sehingga genset terbengkalai di luar gedung perumahan genset jelasnya.


Bapak direktur RSUD muaradua mengharapkan proses perbaikan saluran genset di percepat karena menyangkut keselamatan pasien yang membutuh kan saluran listrik yang di butuhkan alat alat pasien ICU. 


Kepada bapak bupati kabupaten Oku selatan kami sebagai warga Oku selatan mengharap kan agar insiden ini cepat di selesai kan,kerena kami sangat hawatir dengan keselamatan pasien,yang lagi di rawat inap di RSUD muara dua,embuhnya salah satu keluarga pasien.


liris Ali Umar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama