Labuhanbatu Utara // Mitra Rakyat News . Com
Ikatan Mahasiswa Kecamatan NA IX-X (IMNA) Kabupaten Labuhanbatu Utara menyayangkan pernyataan sejumlah massa aksi yang menyebut Ketua DPRD Sumatera Utara, Erni Ariyanti Sitorus, sebagai "penipu" dalam demonstrasi yang berlangsung di Gedung DPRD Sumatera Utara pada Senin (22/6/2026).
Ketua Umum IMNA Labura, Aidil Ritonga, menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi. Namun demikian, kebebasan berpendapat harus tetap mengedepankan etika, fakta, dan penghormatan terhadap martabat setiap individu.
"Kami menghormati hak mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi dan kritik kepada penyelenggara pemerintahan. Namun, kami sangat menyayangkan adanya penyebutan Ketua DPRD Sumut sebagai 'penipu' tanpa adanya dasar hukum maupun putusan yang berkekuatan hukum tetap. Pernyataan seperti itu berpotensi menimbulkan fitnah dan mencederai nilai-nilai demokrasi yang sehat," ujar Aidil Ritonga.
Menurut Aidil, perbedaan pandangan terkait keabsahan surat keterangan sakit yang ditunjukkan kepada massa aksi seharusnya disikapi melalui mekanisme klarifikasi dan dialog yang konstruktif, bukan dengan melontarkan tuduhan yang dapat merugikan pihak tertentu.
"Kami memahami adanya kekecewaan massa aksi karena Ketua DPRD Sumut tidak dapat hadir secara langsung. Namun, jika terdapat keraguan terhadap dokumen yang disampaikan, sebaiknya hal tersebut dikonfirmasi melalui jalur resmi dan tidak langsung dijadikan dasar untuk memberikan cap atau tuduhan kepada seseorang," lanjutnya.
IMNA Labura juga mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk tetap menjaga marwah gerakan intelektual dengan mengedepankan argumentasi yang berbasis data, etika akademik, dan penghormatan terhadap prinsip-prinsip demokrasi.
"Kritik yang tajam tetap dapat disampaikan tanpa harus menjatuhkan kehormatan seseorang. Mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mengedepankan nalar kritis dan objektivitas dalam menyampaikan aspirasi," kata Aidil.
Sebagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, IMNA Labura berharap seluruh pihak dapat menahan diri, mengedepankan dialog, serta menjaga kondusivitas ruang demokrasi di Sumatera Utara demi terciptanya komunikasi yang sehat antara masyarakat dan lembaga pemerintahan.
